Apa itu Bisnis Online vs Bisnis Konvensional

Headline 728x90 Sebelum membaca artikel dibawah ini, yuk baca: sb1m
Belajar Bisnis Online di SB1M

Belajar Bisnis Online di SB1M

APA ITU BISNIS ONLINE VS BISNIS KONVENSIONAL

Apa itu Bisnis Online vs Bisnis Konvensional

Apa itu Bisnis Online vs Bisnis Konvensional. Ada beberapa perbedaan utama antara bisnis online dan bisnis konvensional. Bisnis Online vs Bisnis Offline. Dengan kita memahami perbedaan antara bisnis online dan bisnis konvensional, serta mengetahui karakteristiknya, kita dapat membuat rencana yang lebih jitu untuk memcapai kesuksesan dalam bisnis online kita. Sebelum masuk ke pembahasan apa itu bisnis online dan bisnis konvensional, sebaiknya anda membaca dulu artikel mengenal dan memahami tentang bisnis online, sehingga anda bisa memiliki gambaran yang lebih utuh tentang bisnis online ini.

apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Berikut perbedaan utama dari apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

INTERAKSI JUAL BELI dari perbandingan apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Pada Bisnis Online, interaksi antara penjual dan pembeli tidak secara fisik dan tatap muka, sehingga pembeli tidak dapat menyentuh barang jualan secara fisik. Pada bisnis online, hal ini digantikan secara visual dengan gambar dan foto yang dilengkapi dengan keterangan serta spesifikasi produk.

Ingat, deskripsi produk dan layanan jasa dalam bisnis online sangatlah penting. Jadi harus dibuat seinformatif mungkin, karena dari deskripsi inilah, calon pembeli mendapatkan informasi mengenai produk dan layanan yang mereka cari. Jika penjelasannya cukup lengkap dan menarik, maka hal inilah yang bila meningkatkan terjadinya penjualan secara online.

Sedangkan pada bisnis konvensional, interaksi antara penjual dan pembeli terjadi dengan tatap muka yang memungkinkan pembeli menyentuh dan mencoba produk yang akan dibeli.

Dengan interaksi semacam ini, memungkinkan bisnis online berhemat pada dana untuk men-stok barang dan penyimpanannya. Cukup dengan contoh gambar dan penjelasannya kita sudah bisa menjual barang tersebut.

PROMOSI dari perbandingan apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Bisnis online menggunakan marketing secara online melalui social media seperti facebook, twitter dan sejenisnya, serta perlu melakukan search engine optimization pada websitenya, untuk menarik lalulintas/ trafik pengunjung yang semakin banyak akan mengkonversi penjualan menjadi lebih tinggi. Dengan lalu lintas yang tinggi maka pengenalan bisnis maupun produk online akan semakin baik. Setelah itu mulai dengan target mengkonversi pengunjung dengan semakin tinggi mengkonversi penjualan sebagai tujan akhirnya. Budget biayanya dapat kita tentukan sendiri. Kita kita melakukan promosi secara online dengan benar dan tepat sasaran, budget yang terbatas pun mampu menghasilkan penjualan yang luar biasa.

Sedangkan pada bisnis konvensional, promosi biasanya dilakukan dengan mencetak brosur dan disebarkan serta pemasangan iklan pada media cetak, radio dan televise serta papan iklan yang tentunya memakan biaya sangat besar.

Selain itu, media promosi online memungkinkan kita untuk melakukan email marketing dan list building custumer. Dengan email marketing, kita dapat mengirimkan promosi secara berkala, mengirimkan tips-tips dan artikel-artikel yang menarik yang membuat pelanggan teringat pada produk dan layanan kita dengan target utama melakukan pembelian pada bisnis online kita. Dengan list building customer, kita dapat mengelompokkan karakteristik dan kebutuhan pelanggan sesuai dengan data yang diberikan oleh pelanggan kepada kita. Jadi jika kita melakukan launching produk atau layanan baru, promosinya dapat lebih tepat sasaran dan memungkikan tingkat pembelian yang jauh lebih besar.

TEMPAT PENJUALAN dari perbandingan apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Bisnis online menggunakan website sebagai pengganti toko. Dengan menyewa hosting sebagai lahan dan domain sebagai tokonya. Dalam website tersebut, diisi dengan artikel dan gambar-gambar produk lengkap dengan penjelasannya sebagai pengganti display barang dan pengenalan tentang bisnisnya. Modal untuk pembuatan website mulai dari dua ratus ribu rupiah saja, anda bisa mulai menjalankan bisnis online anda. Tentu saja jika kita mau lebih maksimal lagi, kita memerlukan dana lebih lagi, namun dananya bisa disesuaikan dengan budget yang ada. Nanti seiring dengan perkembangan bisnisnya, kita dengan mudah dapat mengembangkannya lebih maju lagi.

Pada bisnis konvensional, perlu tempat berupa ruko, kantor atau toko sebagai tempat mendisplay dan menyimpan barang jualan. Sewanya pun mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah perbulannya.

Membuat satu website sama dengan membuat satu toko atau satu cabang toko. Coba bayangkan dana dan effort/usaha yang dilakukan untuk membuka satu cabang toko baru. Sedangkan toko utamanya pun harus tetap kita pelihara. Dalam bisnis online, suatu website dapat dengan mudah kita buat autopilot atau berjalan dengan sendirinya. Kemudian kita dapat membuat website-website lain dengan cara duplikasi, membangunnya hingga stabil dan dibuat autopilot lagi. Setelah itu kita bisa beralih pada website-website lainnya. Kesemuanya dapat berjalan dengan sendirinya dan menghasilkan pemasukan perbulannya dengan cara pemeliharaan yang relative lebih mudah dibanding membuka cabang toko konvensional.

Namun perlu dingat pula, seperti dalam bisnis konvensional maka dalam bisnis online ini pun kepuasan pelanggan tetap perlu dijaga. Kita perlu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Lebih lebih dalam bisnis online, karena sifatnya maya tidak bisa dipegang fisiknya, bukan berarti kita bisa seenaknya mengklaim produk dan servis setinggi-tingginya, setelah pelanggan membeli produk atau menggunakan jasa kita, kita tinggalkan begitu saja. Jika pendekatannya demikian, tentunya bisnis online kita tidak akan langgeng. Hanya bertahan dan meningkat sebentar kemudian terjun bebas dan ditinggalkan pelanggannya!

Jadi kepercayaan pelanggan adalah nomor satu kemudian pelayanan pembelian maupun pasca pembelian yang baik pula, maka loyalitas pelanggan akan kita dapatkan. Jika loyalitas pelanggan sudah kita miliki maka akan terjadi repeat order atau pembelian berikutnya, promosi pun selain kita melakukan promosi secara online, kita akan mendapatkan promosi dari mulut ke mulut yang sangat kuat yang berasal dari pelanggan setia kita.

Poin poin tambahan mengenai apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Lebih jauh mengenai apa itu bisnis online vs bisnis konvensional, serta mengapa bisnis online bisa lebih banyak diminati dibandingkan dengan bisnis konvensional. Mari simak poin-poin berikut ini:

  1. WAKTU BISNIS dari perbandingan apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Bisnis online bisa dilakukan kapan saja Anda mau tanpa harus menutup toko online Anda. Toko online anda buka 24 jam nonstop, tanpa ada yang harus menungguinya 24 jam. Hal ini tentu berbeda dengan bisnis konvensional. Toko konvensional bisa saja buka 24 jam, namun kita perlu membayar karyawan 24 jam pula. Bayangkan berapa besar biaya yang harus kita bayarkan untuk 2 shift dan lemburnya.

  1. MODAL BISNIS dari perbandingan apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Modal bisnis online jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan bisnis konvensional karena hamper semua aktivitasnya dilakukan secara online. Seperti yang telah dibahas pada poin-poin utama di atas, modalnya sangat kecil. Baik untuk modal awal, tempat penjualan dan promosinya. Modal awal untuk computer dan sambungan internet pun masih bisa kita sewa per jam melalui warnet jika memang dananya terbatas sekali.

  1. PANGSA PASAR dari perbandingan apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Pangsa pasar dari bisnis online sangat luas, bahkan dapat menjangkau antar kota, antar pulau, nasional hingga internasional. Pasarnya nyaris tanpa batas. Hal ini dikarenakan bisnis online menggunakan media internet yang bebas diakses kapan dan dimana saja. Sedangkan bisnis konvensional biasanya hanya terbatas pada daerah sekitar toko konvensional tersebut saja. Hal ini mengakibatkan pangsa pasar bisnis konvensional lebih sempit.

  1. JUMLAH KARYAWAN dari perbandingan apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Anda membutuhkan lebih sedikit karyawan untuk menjalankan bisnis online Anda ketimbnag menjalankan bisnis konvensional. Anda bisa menjalankan bisnis online Anda sendirian tanpa karyawan sekalipun, nanti setelah berkembang kita dapat mempekerjakan karyawan untuk membangun bisnis online kita lebih besar lagi. Hal ini berbeda dengan bisnis konvensional yang membutuhkan karyawan lebih banyak. Karena hampir semua aktivitas dilakukan secara online, maka banyak waktu dan biaya maupun aktivitas yang dapat dihemat.

  1. KEUNTUNGAN dari perbandingan apa itu bisnis online vs bisnis konvensional

Jangan berfikir keuntungan bisnis online lebih kecil bila dibandingkan dengan bisnis konvensional. Karena modalnya kecil makan keuntungannya pun kecil. Tidak demikian. Bisnis online mampu memberikan tingkat keuntungan yang besar, setara dengan bisnis konvensional, bahkan melampauinya. Namun semua tidak terjadi begitu saja. Ada caranya dan ada usahanya. Jika kita sudah tau caranya kemudian mau bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang baik, In sya Allah kesuksesan dapat kita raih dalam genggaman kita. Yang lebih menariknya lagi, website kita sebagai toko online kita, jika sudah terbangun dengan baik dan mampu mendatangkan ribuan pengunjung, dapat memberikan passive income berupa pemasangan iklan dari search engine seperti google adsense dan sejenisnya. Bukan itu saja, sangat mungkin ada orang maupun perusahaan yang langsung memasang iklannya pada website kita. Bukankah itu berarti sekali kerja kita mendapatkan multi keuntungan?

Demikian tentang apa itu bisnis online vs bisnis konvensional, semoga bisa menggugah anda untuk mulai berbisnis online dan bermanfaat bagi anda.

Baca juga artikel:

Belajar di SB1M

Belajar di SB1M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

(Required)

Proudly powered by WordPress   Premium Style Theme by www.gopiplus.com
Mau TURUN 5 KG dalam 14 hari secara SEHAT ? Add pin 546-A-4673KLIK DISINI